✔ Kesultanan Selaparang
![]() |
Makam raja - raja Selaparang |
Kesultanan Selaparang dan kerajaan- kerajaan Islam Lombok Lainya memiliki kaitan bersahabat politik perluasan Kerajaan Majapahit.
Bahkan dalam suber sejarah lainya disebutkan bahwa Laksamana Nala dalam ekspansinya juga menjalin kekerabatan kekeluargaan dengan Kepala Suku Lombok, sehingga nantinya sehabis keruntuhan Majapahit banyak dari keturunan Laksamana Nala yang menjadi raja di Lombok.
Berkembangnya agama Islam serta munculnya kerajaan yang bersendikan agama telah mempercepat proses runtuhnya Kerajaan Majapahit. Seiring dengan itu, seluruh kerajaan yang ada di Lombok yang selama ini berada di bawah kerajaan Majapahit menjadi kerajaan merdeka dan mandiri. Demikian juga dengan kerajaan – kerajaan yang ada di Lombok yang gres memerdekakan diri tersebut, salah satu yang paling terkemuka dan populer diseluruh Nusantara ketika itu ialah kerajaan Lombok yang sekarang dikenal dengan nama Labuan Lombok.
Kerajaan Lombok inilah yang beberapa tahun kemudian, oleh pangeran (Sunan) Prapen, Putra Sunan Giri dijadikan sebagai sentra Islamisasi Pulau Lombok. Setelah Sunan Prapen berhasil menjalankan tugasnya di pulau Lombok ia meneruskan misinya ke Pulau Sumbawa. Sepeninggal Sunan Prapen, Prabu Rangkesari menggantikan Prabu Mumbul sebagai Raja Kerajaan Lombok. Atas dasar pertimbangan strategis, ia memindahkan Ibu Kota yang semula terletak di Teluk Lombok ke Bekas Kerajaan Selaparang (Periode Hindu). Kerajaan Lombok inilah yang kemudian hari dikenal sebagai Kesultanan Selaparang.
Usaha Belanda untuk menguasai Nusantara lambat laun membawa hasil. Pada tanggal 18 November 1667, VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin sebagai penguasa Gowa untuk menanda tangani perjanjian Bongaya. Akibat dari perjanjian itu ialah mundurnya Gowa dari kerajaan-kerajaan yang ada di bawah kekuasaanya. Kerajaan Karangasem dari Bali, yang semenjak usang mengincar pulau Lombok, gres berhasil menguasainya pada tahun 1470 setalah kerajaan ini melaksanakan komplotan dengan Arya Banjar Getas. Maka, semenjak itu pengaru Bali kembali mewarnai kehidupan social, politik, dan budaya Suku Sasak. Selain itu, Belanda tetap melaksanakan penetrasi politik dan kekuatan militernya, yang balasannya menghuasai pulau Lombok dan Sumbawa hingga dengan kedatangan Jepang yang mengalahkanya pada tahun 1942.
Belum ada Komentar untuk "✔ Kesultanan Selaparang"
Posting Komentar