✔ Kesultanan Air Pura
![]() |
Kesultanan Air Pura |
Kesultanan Air Pura merupakan salah satu Kerajaan Islam Melayu yang pernah bangun di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Asal mula kesultanan ini yaitu asal mula berdirinya Kesultanan Indrapura, sehingga dapat disebut juga Kesultanan Indrapura lama. Tidak banyak sumber ataupun bukti-bukti yang diperoleh mengenai keberadaan Kesultanan Air Pura.
Wilayahnya Air Pura mencakup Muara Campa, Air Puding, dan Air Pura bersahabat Muara Air Sira dan Sungai Bantaian Indrapura sekarang. Basis perekonomian rakyat yaitu bertani dan mencari hasil hutan.
Zatullahsyah memerintahkan Sri Sultan Maharaja Diraja, putra dari adiknya yang berjulukan Hidayatullahsyah, untuk pergi ke Gunung Merapi. Maharaja Diraja pergi didampingi temannya Cati Bilang Pandai dan dibantu sepupunya Sultan Muhammadsyah. Disana ia mendirikan kerajaan Parhyangan (Pariangan), dalam sumber lain disebut Minangkabau.
Sri Sultan Maharaja Diraja kawin dengan Puti Jamilan dan melahirkan Datuk Ketumanganggungan. Setelah Sri Sultan wafat Puti Jamilan dinikahkan dengan Cati Bilang dan melahirkan Datuk Parpatih nan Sabatang.
Dua periode selanjutnya measa kepemimpinan Regen pada masa ke-11 hingga masa ke-20 (1100 – 1500). Kerajaan Air Pura yang menjelma Kesultanan Inderajati, lalu mengalami perubahan kembali dengan naiknya Cuamntang Sultan menjadi raja ke 11 Inderajati. Kesultanan Inderajati menjelma Kesultanan Inderapura dengan cumatang Sultan menjadi Raja bergelar Sultan Iskandar Johan berdaulatsyah. Sejak ketika itu, nama Kerajaan Air Pura ataupum Inderajati hilang digantikan dengan Kesultanan Inderapura.
Keberadaan Kesultanan ini dibuktikan dengan 218 situs dari 7000 situs di Sumatera Barat. 44 situs diakui Cagar Budaya dan dikukuhkan Mendikbud RI. Di antaranya (1) bekas istana Raja/ Sultan (1824), (2) bekas istana Regen di Pasar Minggu bersahabat peninggalan meriam R.Gil Pin FE CIT.J768, (3) Rumah Mangkubumi (perdana menteri) Kesultanan, (4) Rumah Gadang Mandeh Rubiyah di Lunang, berfungsi museum penyimpan benda-benda peninggalan Bundo Kandung seorang raja putri Kerajaan Minangkabau yang mengirap (berjalan punya etape tertentu) kembali ke Lunang dari Kerajaan Pagaruyung pasca kalah perang melawan raja Tamiai Tiang Bungkuk (1520). Diakui Mendiknas sebagai Museum Lokal Sumatera Barat di Pesisir Selatan. Juga berfungsi kawasan kediaman Mandeh Rubiyah Rakina (keturunan ke-7 dari Bundo Kandung). (5) Situs dalam bentuk arsitektur sakral (imarah diniyah) wujud Masjid Agung (1850) masa Regen ke-2 Marah Ripin. (6) Gobah komplek pemakaman raja-raja Kesultanan Indrapura seluar 0,5 Ha. (6) Makam raja Tuanku Badarah Putih. (7) Makam Bundo Kandung (Salareh Pinang Masak, raja wanita Pagaruyung), (8) Makam Dang Tuanku, (9) Makam Puti Bungsu istri Dang Tuanku. (10) Makam Cindur Mato raja dan tokoh legendaries Minang.
Sumber:
Belum ada Komentar untuk "✔ Kesultanan Air Pura"
Posting Komentar