✔ Struktur Dalam Dan Panas Bumi
Struktur Dalam Dan Panas Bumi
Struktur dalam Bumi
Interior Bumi, menyerupai halnya planet kebumian lainnya, dibagi menjadi sejumlah lapisan berdasarkan kandungan fisika atau kimianya (reologi). Namun, tidak menyerupai planet kebumian lainnya, Bumi mempunyai inti luar dan inti dalam yang berbeda. Lapisan luar Bumi secara kimiawi berupa kerak padat silikat yang diselimuti oleh mantel viskose padat. Kerak Bumi dipisahkan dari mantel oleh diskontinuitas Mohorovicic, dengan ketebalan kerak yang bervariasi; ketebalan rata-ratanya ialah 6 km di bawah lautan dan 30-50 km di bawah daratan. Kerak Bumi, serta bab kaku dan hirau taacuh di puncak mantel atas, secara kolektif dikenal dengan litosfer, dan pada lapisan inilah tektonika lempeng terjadi. Di bawah litosfer terdapat astenosfer, lapisan dengan tingkat viskositas yang relatif rendah dan menjadi daerah menempel bagi litosfer. Perubahan penting struktur kristal di dalam mantel terjadi pada kedalaman 410 dan 660 km di bawah permukaan Bumi, yang juga meliputi zona transisi yang memisahkan mantel atas dengan mantel bawah. Di bawah mantel, terdapat fluida inti luar dengan viskositas yang sangat rendah di atas inti dalam. Inti dalam Bumi mengalami perputaran dengan kecepatan sudut yang sedikit lebih tinggi jikalau dibandingkan dengan bab planet lainnya, sekitar 0,1-0,5° per tahun.
Panas Bumi
Panas dalam Bumi berasal dari perpaduan antara panas endapan dari akresi planet (sekitar 20%) dan panas yang dihasilkan oleh peluruhan radioaktif (80%). Isotop penghasil panas utama Bumi ialah kalium-40, uranium-238, uranium-235, dan torium-232. Di sentra Bumi, suhu bisa mencapai 6,000 °C (10,830 °F), dan tekanannya mencapai 360 GPa.Karena sebagian besar panas Bumi dihasilkan oleh peluruhan radioaktif, para ilmuwan percaya bahwa pada awal sejarah Bumi, sebelum isotop dengan usia pendek terkuras habis, produksi panas Bumi yang dihasilkan jauh lebih tinggi jikalau dibandingkan dengan ketika ini. Panas yang dihasilkan pada masa itu diperkirakan dua kali lebih besar daripada ketika ini, kira-kira 3 miliar tahun yang lalu, dan hal tersebut akan meningkatkan gradien suhu di dalam Bumi, meningkatkan tingkat konveksi mantel dan tektonik lempeng, serta memungkinkan pembentukan batuan beku menyerupai komatiites, yang tidak bisa terbentuk pada masa kini.
Rata-rata pelepasan panas Bumi ialah 87 mW m-2, dan 4.42 × 1013 W untuk panas global. Sebagian energi panas di dalam inti Bumi diangkut menuju kerak oleh bulu mantel; bentuk konveksi yang terdiri dari batuan bersuhu tinggi yang mengalir ke atas. Bulu mantel ini bisa menghasilkan bintik panas dan basal banjir. Panas Bumi yang selebihnya dilepaskan melalui lempeng tektonik oleh mantel yang terhubung dengan punggung tengah samudra. Pelepasan panas terakhir dilakukan melalui konduksi litosfer, yang umumnya terjadi di samudra alasannya ialah kerak di sana jauh lebih tipis jikalau dibandingkan dengan kerak benua.
Belum ada Komentar untuk "✔ Struktur Dalam Dan Panas Bumi"
Posting Komentar